Celana pendek Bob Sadino harga 15ribu.

|

Pernahkah Anda menyadari kalau celana pendek Bob Sadino atau biasa dikenal sebagai Om Bob harganya pantas 15.000, -? Dan belinya di dekat stasiun Tebet ?. Mungkin beberapa di antara kamu tidak akan percaya, bahkan termasuk aku sendiri. Karena sangat tidak percaya dengan berita ini, sungguh keterlaluan yang membantah ini. Setelah usut punya usut, memang betul, dan bahkan bisa jadi betul. Kalau tidak percaya coba deh tanya Om Bob, berapa kiranya harga celana pendek yang sering dipakai olehnya.

Sekedar kilas balik, beberapa hari yang lalu saat ada wawancara dikantorku. Saya mendapatkan pertanyaan tentang apa yang dibuat sebagai barometer atau kebanggaan atas keberhasilan yang telah diperoleh olehku. Sebuah pertanyaan yang menurutku (maaf) paling tidak aku sukai. Karena kesuksesan tidak dapat dicapai dengan apapun. Tentunya Anda sendiri pernah mendengar cerita tentang seorang kaya raya yang pergi jauh meninggalkan semua kekayaannya demi mendapatkan sesuatu yang miliknya sendiri juga tidak tahu apa itu. Juga mungkin Anda pernah mendengar cerita tentang orang yang mempertontonkan kekayaannya sebisa mungkin bisa dilakukan oleh orang lain. Bahkan lebih tragisnya "hanya" agar orang-orang yang menganggapnya sukses. Padahal dibelakangnya,

Alam pikiran manusia, banyak hal oleh berbagai hal yang berkaitan dengan cara pandang. Bagaimana cara menunjukkan sesuatu yang berarti oleh cara atau sudut pandang orang tersebut. Seperti yang dapat saya, yang tidak pernah mempertimbangkan materi yang menjadi patokan khusus untuk dibuat kelas mudah dalam strata sosial. Karena strata sosial yang terjadi oleh pikiran manusia yang kadang-kadang menggolong-golongkannya. Rasa akan sebuah "aku" akan muncul bilamana seseorang "mengambil" telah lebih tinggi dari orang lain baik dari segi pemikiran, pendapatan atau pun pendidikan.

Begitu juga rasa terhadap suatu pandangan. Seorang idola (mengerti) tentu saja akan terus menerus bagus dalam sudut pandang orang yang mengidolakannya. Tapi apakah orang akan bisa menunjukkan keburukan di depan orang lain? tentu tidak. Begitu juga dengan seorang idola, tentu saja dia akan terus-menerus meminta citra yang disetujui di depan yang mengidolakannya. Disini saya hanya ingin mengajak manusia idola juga. Meski menurutku, mengidolakan orang itu juga penting untuk menumbuhkan sikap semangat dan harus tolok ukur dalam upaya. Namun demikian, sebagai manusia, tetaplah untuk tetap menyeimbangkan pikiran terhadap cara pandang atau sudut pandang. Agar tidak terjadi kasus seperti Aa Gym yang langsung tenggelam hanya karena melakukan sesuatu yang di anggap banyak pengidolanya “tidak benar”.

Menyeimbangkan cara pandang, menyeimbangkan sudut pandang dan menyeimbangkan anggapan terhadap sesuatu yang ditumbuhkan untuk dijaga. Agar kita bisa lebih obyektif, lebih pintar dan tidak terjerumus dalam lubang sakit hati. Karena cara pandang juga sering membuat seseorang dalam sudut pandang masing-masing sudut pandang orang yang menganggapnya.

Bob Sadino yang harganya 15 ribu? Karena itu pakai celana itu Bob Sadino! maka semua orang akan menganggap itu mahal. Tapi coba kalau aku yang pakai, pasti semua orang akan menganggap itu celana murahan dan mungkin celana bekas : D.. [Lagi lagi, kita dipermainkan pikiran kita sendiri bukan?]. Dan jika masih tidak percaya dengan harga celana itu, tanya langsung ke Om Bob. Aku yakin Om Bob akan menjawab, "Mana Kika, biar aku suruh belanja celana pendek lagi ke Tegal Gubuk sana".

Salam sejahtera Om Bob, sukses selalu ya.

Dedikasi untuk salah seorang idola dalam perjuangan meraih mimpi.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar